Salah satu desa yang mempunyai nilai historis bagi perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia adalah Desa Hutapungkut. Di desa ini terdapat sebuah goa yang menimpan histori yaitu Goa Borallah tepatnya berada di Hutapungkut Julu, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal.
Tak hanya mempunyai kisah misteri, goa ini mempunyai sejarah panjang yang begitu penting untuk di ingat dan dilestarikan. Sebab, goa ini pernah dipergunakan para pejuang kemerdekaan RI dulunya untuk persembunyian dan rapat dalam menyusun strategi dalam mengusir penjajajah dari bumi pertiwi ini, di antaranya H. Adam Malik, Tan Malaka, H. Sujak dan pejuang kemerdekaan lainnya.
Hal ini dibenarkan oleh Gozali Lubis (Mantan Kepala Desa Hutapungkut Julu) dan Burhan Lubis (Mantan Kepala Desa Hutapungkut Jae).
Baca Juga: Batu Belimbing di Kalbar, Batu Unik Disebut-sebut Meteor yang Jatuh ke Bumi
”Pejuang kemerdekaan RI, di antaranya H. Adam malik, Tan Malaka, H. Sujak dan pahlawan kemerdekaan lainnya pernah menggunakan goa ini untuk rapat dalam menyusun strategi mengusir penjajaha dari Indonesia. Di dalam goa ini terdapat ruang khusus tempat rapat yang sampai saat ini masih dapat dilihat keberadaannya”, katanya.
Menurut keterangan Gozali Lubis dan Burhan Lubis, sejarah awal keberadaan Goa Boralla ada dua versi. Versi pertama mengatakan, sebelum tahun 1500 goa ini sudah ada. Saat itu tidak seorangpun manusia yang berani masuk kedalamanya.
Kemudian, sekitar tahun 1818 di sekitar goa sudah ada ditemukan jalan setapak, di duga orang-orang yang mendatangi goa ini dari kerajaan Majapahit yang masih beragama Hindu. Selanjutnya, sekitar tahun 1821 sudah ditemukan adanya pembukaan tambang emas secara tradisional di daerah itu.
Pada tahun 1834, seorang Syekh yang bernama Dapit melalui Pagaran Siayu, Hutapungkut Julu mendatangi goa tersebut. Menurut cerita, kedatangan Syekh tersebut dalam rangkan mencari kawannya yang hilang. Saat itu yang berani masuk kedalam goa hanyalah Syekh Dapit sendirian. Setelah beliau keluar dari dalam goa, Syekh tersebut secara tiba-tiba menghilang entah kemana. Menurut cerita beberapa warga, Syekh tersebut adalah bangsa Jin yang menjelma menjadi wujud manusia. Sebelum Syekh itu menghilang, ia memberikan nama gua tersebut dengan sebutan Goa Boralla.
Baca Juga: Seram! Inilah Ilmu Hitam Paling Ganas dan Dipercaya Masih Dipakai oleh Masyarakat Indonesia
Versi kedua, mengatakan, ujar Gozali Lubis, ”Boralla” berasal dari kata ”Berhala”. Goa ini pernah dijadikan orang terdahulu (sebelum masuknya Islam) tempat menyembah berhala.
Hal tersebut ada juga benarnya, sebab kalau kita masuk kedalam goa, kita akan menemukan ukiran seperti patung yang menggambar laki-laki dan perempuan sedang bersanding. Mungkin inilah berhala yang dijadikan orang dulu sebagai tempat sembahannya.
Jika ingin berkunjung ke goa ini, harus melalui jalan setapak sekitar 2 Km dari desa Hutapungkut Julu, jalan mendaki ini biasa dipergunakan warga desa untuk menderes dan ke kebun.