Tradisi Peresean Suku Sasak Lombok: Cara Memilih Prajurit Tangguh di Masa Lalu

Tradisi Peresean Suku Sasak Lombok: Cara Memilih Prajurit Tangguh di Masa Lalu

Dedi Sutiadi
2020-05-04 00:06:59
Tradisi Peresean Suku Sasak Lombok: Cara Memilih Prajurit Tangguh di Masa Lalu
Tradisi peresean

Tradisi peresean bisa kita temukan di suku Sasak di Lombok. Tradisi ini di masa lalu digunakan untuk menyeleksi para prajurti tangguh. namun hari ini lebih dikenal sebagai ekpresi adu ketangkasan dalam tanding laga bersenjata dan tameng rotan.

Alat yang digunakan dalam adu ketangkasan adalah penjalin. Rotan sepanjang 1,5 meter itu dibaluri aspal hitam. Di dalamnya terdapat pecahan beling yang diikat dengan benang bola warna putih. Penjalin ini digunakan sebagai alat untuk saling memukul.

Sementara perisai (ende) yang digunakan terbuat dari kulit sapi. Bentuknya segi empat berukuran sekitar 40 x 60 cm.

Peresean dilakukan di tengah arena dan diiringi musik bernuansa perang. Petarung dalam peresean disebut pepadu, sedangkan wasitnya disebut pakembar.

Di masa silam, peresean merupakan cara memilih prajurit tangguh di Lombok. Sebelum diterima menjadi prajurit, para calon akan diadu untuk menguji ketangkasan dan keberanian yang mereka miliki. Peresean juga menjadi ajang para pepadu untuk melatih ketangkasan dan ketangguhan dalam bertanding.

Tradisi adu ketangkasan khas suku Sasak ini juga dilaksanakan sebagai luapan emosi kegembiraan para prajurit Lombok dulu kala setelah berhasil mengalahkan lawan di medan perang. Konon, tradisi ini juga digunakan sebagai upacara memohon hujan bagi suku Sasak di musim kemarau.

Kini, fungsi peresean lebih sebagai seni pertunjukan. Digelar untuk menyambut wisatawan atau para tamu yang datang ke Lombok atau sebagai bagian dalam sebuah acara festival budaya.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00