Tidak pedulakan larangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (SBB), ribuan pemudik serbu Sumataera Barat (Sumber). Terhitung dari 24 April 2020 tercatat sekitar 120,589 orang telah masuk ke Sumbar dari 10 pintu.
Sejak diberlakukannya PSBB di hari pertama pada Rabu 22 April 2020 tercatatsudah ada 3,599 pemudik datang ke Sumbar. pada hari kedua, Kamis dan Jumat 23-24 April 2020 tercatat ada 3,237 pemudik.
"Secara keseluruhan dari 31 Maret hingga 24 April 2020 tercatat ada 120.589 orang yang masuk Sumbar di 10 pintu masuk," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumbar Jasman Rizal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 25 April 2020.
sepuluh pintu yang diamksud adalah satu pintu bandara Internasional Minangkabau dan sembilan pintu jalur darat.
Pintu jalur darat, dua di Pesisir Selatan untuk dari Bengkulu dan Jambi, satu di Limapuluh Kota dari Riau, dua di Pasaman dari Sumatera Utara dan Riau, satu di Pasaman Barat dari Riau, satu di Dharmasraya dari Riau serta dua di Solok Selatan dari Jambi.
Jasman menyebutkan dari 10 akses pintu masuk Sumbar tersebut tercatat orang yang masuk perharinya bisa mecapai 4.638 orang.
Terhitung Jumat 24 April 2020, Pemerintah Provinsi Sumbar telah memutuskan akan menutup akses jalur darat dari semua angkutan sesuai dengan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, kecuali untuk bandara yang baru terhitung Sabtu 25 April 2020 ini.
Sebelumnya telah diberitahukan kepada masyarakat bahwa tertanggal 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020, semua kendaraan dilarang keluar masuk dari Sumatera Barat.
Dengan penarapan PSBB yang muali berlaku ini, berarti bagi siapa saja pengendara yang masih nekat mudik pada tanggal tersebut akan diminta putar balik. hal ini telah sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.
"Aturan ini berlaku terhitung hari ini hingga 31 Mei mendatang dan bisa diperpanjang," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi, 24 April Jumat.