Kementerian BUMN bersama Cisco dan RS Darurat Wisma Atlet telah pelatihan penggunaan Video Conference untuk pengecekan pasien oleh Dokter secara online atau dalam jaringan (daring). Cara ini dirasa efektif guna menjaga para dokter dan tim medis dari virus corona.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian BUMN yang diterima wartawan, Jumat 3 April 2020, penggunaan video conference tersebut didukung oleh perusahaan raksasa teknologi dunia, yakni Cisco.
Pelatihan ini bertujuan untuk melatih para dokter dan tim medis dalam menggunakan Video Conference sebagai perangkat digital dalam memeriksa pasien positif covid-19. Memanfaatkan teknologi daring, alat tersebut akan dimanfaatkan untuk para dokter dan tim medis dalam memantau dan memeriksa perkembangan pasien yang terjangkit virus corona.
Sebelumnya, Metode pengecekan pasien oleh Dokter secara online dengan menggunaka alat dar Cisco tersebut telah sukses mendukung kemudahan aktifitas dokter dalam menangani lonjakan pasien Corona di Wuhan.
Lebih lanjut, peneliti menilai langkah mitigasi China yang ketat pada 50 hari pertama epidemi Covid-19 merupakan waktu berharga dalam mencegah meluasnya penularan.
Peneliti Universitas Oxford, Christopher Dye mengatakan ada 30 ribu kasus yang dikonfirmasi di China pada hari ke-50 epidemi atau tanggal 19 Februari 2020.
Dye bersama peneliti lain menganalisis bahwa tanpa larangan adanya perjalanan ke dalam atau luar Wuhan dan tanggap darurat nasional akan ada lebih dari 700 ribu kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di luar Wuhan pada tanggal itu.
"Langkah-langkah pengendalian China tampaknya berhasil memutus rantai penularan, mencegah kontak antara orang yang menular dan yang rentan," ujar Dye melansir France24.