Menteri BUMN Erick Tohir berharap
agar berbagai pihak saling membantu terkait penangan virus corona di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan usai
menghadiri penyerahan bantuan pencegahan COVID-19 dari badan usaha milik China
yang bergerak di bidang energi, China Huadian kepada Perusahaan pertambangan
milik negara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Jakarta, Jumat 27 Maret 2020.
"Ketika banyak yang membantu
saat ini membuktikan bahwa BUMN dipercaya, dan China Huadian juga partner PT
Bukit Asam yang berpartner di power plant, dan saya yakin akan banyak lagi
bantuan-bantuan," ujar Erick dalam video yang diunggah di akun media
sosial Kementerian BUMN.
"Dari perusahaan China yang
berpartner dengan BUMN ataupun juga dari perusahaan-perusahaan yang bukan dari
China seperti dari negara-negara lain, saya harapkan supportnya," Sambung
Erick.
Bantuan masih tetap diperlukan
untuk menangani dan mengantisipasi pasien virus corona, meskipun Indonesia
sendiri telah memproduksi masker, Alat Pelindung Diri (APD) dan obat-obatan.
"Saya rasa akan banyak lagi
saya yakin, dan akan terus mengalir karena saya yakin semua bangsa di dunia
saling peduli. Dan, ini ujian buat umat manusia, tidak hanya satu negara, semua
negara, terjadi," kata Erick.
Erick berpesan kepada seluruh
masyarakat agar terus saling bersinergi memerangi wabah ini.
"Jadi stop mengeluh, stop
saling menyalahkan, tapi bagaimana kerja sekecil mungkin di daerah sekitarnya,
di RT, RW, keluarga, kantor, dan bisa semua, untuk semua," ujar dia.
Sementara itu, pada tahap
pertama, China Huadian mengirimkan sebanyak 400 termometer biasa, 700
termometer digital, 530 APD, 530 kacamata pelindung atau goggles, 500 sarung
tangan, 2.000 masker N95 dan 506.000 masker biasa, dalam bantuan kepada Bukit
Asam.
Nantinya, APD tersebut akan
didistribusikan ke rumah sakit rujukan penanganan COVID-19, dan seluruh
masyarakat Indonesia.
Setelah tahap pertama tersebut,
China Huadian akan mengirimkan bantuan di tahap kedua yang menjanjikan akan
membawa lebih banyak lagi bantuan peralatan pencegahan COVID-19.