Menjalankan social distancing mungkin
tak mudah bagi anak. Karena, pada umumnya anak terbiasa bertemu teman dan guru
di sekolah setiap hari, serta bermain dengan temannya.
Wajar jika anak menjadi stres
ketika semua itu harus dihentikan. Kita sebagai orangutan perlu membantunya.
Dr. Rose Mini Agoes Salim,
M.Psi., psikolog dari Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat menjelaskan cara
membantu anak memahami serta tidak stres terhadap kondisi ini, pada Konferensi
Pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
Berikut cara yang dilakukan
orangtua bantu anak hadapi social distancing:
1. Jelaskan secara benar
"Orang tua harus menjelaskan
apa itu COVID-19 ke anak, seperti ke orang dewasa. Namun untuk anak balita atau
batita, tentunya mereka akan merasa sangat aneh 'kok enggak sekolah kayak
biasa?', kita sebagai orang tua bisa menggunakan media boneka atau video dalam
menjelaskannya," katanya.
Sementara buat anak yang usianya
sudah lebih besar lagi, menurutnya, orang tua bisa melakukan diskusi.
"Bisa dimulai dengan menanyakan pada anak, apa yang mereka ketahui dari
COVID-19, sehingga akan mudah bagi mereka untuk mencerna."
2. Hindari perlihatkan kecemasan
"Work or study from home
bisa bikin anak cemas, kalau orang tuanya juga cemas. Itu karena, cemas itu
menular. Oleh karena itu, jangan beri informasi kalau (terkena) corona pasti
mati. Tapi kita bisa katakan pada anak, virus corona bisa dicegah, juga bisa
disembuhkan namun tentunya ada hal-hal yang perlu kita lakukan demi
mencapainya," kata psikolog yang juga mengajar di UI, Depok ini.
3. Menerapkan pola hidup sehat
Menerapkan pola hidup sehat pada
anak bisa cegah virus corona.
"Orang tua bisa mengatakan
pada anak: 'sakit itu enak tidak ya, Nak? Tidak enak, kan? Untuk itu kita harus
mencegahnya supaya tidak sampai sakit. Beri tahu anak langkah-langkah
pencegahannya seperti rutin cuci tangan yang benar. Jadi bukannya tangan
ditaruh air, lalu beres. Lalu mulai terapkan dan jelaskan kenapa ia tidak boleh
keluar rumah seperti ke rumah tetangga, ke mal, lalu berciuman, memegang segala
sesuatu yang sifatnya (di fasilitas) umum itu tidak boleh."
4. Dampingi anak selama belajar
di rumah
Ciptakan suasana nyaman dan seru
pada saat mendampingi anak belajar di
rumah agar ia tak merasa bosan.
"Di samping itu, pentingnya
orang tua terus mengedukasi anak alasan kenapa harus di rumah, lalu memastikan
anak melakukan tugas yang diminta guru via online. Ini karena jadi bahan untuk
guru dalam mengevaluasi anak kita, untuk mengecek indikator keberhasilan anak.”