Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengimbau masyarakat tak mudik saat libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, 24-25 Mei 2020, di tengah penyebaran virus corona (Covid-19). Pemerintah telah menetapkan tanggap darurat virus corona sampai 29 Mei mendatang.
"Menurut saya saat ini menjaga diri itu lebih dianjurkan, silaturahmi (mudik lebaran) itu baik tapi menjaga diri jangan sampai berbuat sesuatu yang merugikan itu lebih baik," kata Ma'ruf dalam keterangan resmi yang diterbitkan Sekretariat Wakil Presiden, Kamis 19 Maret 2020.
Ma'ruf memahami bila ada masyarakat cemas tak bisa pulang ke kampung halaman masing-masing saat libur lebaran nanti. Jika terpaksa mudik, ia meminta masyarakat menjaga diri dari kemungkinan potensi penularan virus corona di kampung halaman.
"Kalau memang harus terpaksa mudik, pastikan bisa menjaga diri dari kemungkinan potensi penularan di sana," ujarnya.
Mantan Rais Aam PBNU itu menganjurkan masyarakat yang tak mudik ke kampung halaman bisa melakukan silaturahmi jarak jauh melalui sambungan telepon, video call maupun media sosial.
"Tidak hanya lewat teknologi, bisa lewat medsos dan WhatsApp, Instagram, jadi silaturahimnya jarak jauh aja, itu anjuran saya," kata Ma'ruf.
Ma'ruf juga menilai menjalin silaturahmi tidak harus dilakukan dengan kontak langsung. Namun, dapat dilakukan menggunakan media sosial.
"Ya, tidak hanya lewat tekno, bisa lewat medsos dan WhatsApp, IG, jadi silaturahimnya jarak jauh aja. Itu anjuran saya karena itu kalau memang maksa pulang dia harus bisa pastikan aman," kata Ma'ruf.