Penjualan Senjata di AS Meningkat Gara-gara Virus Corona

Penjualan Senjata di AS Meningkat Gara-gara Virus Corona

Prayogo
2020-03-17 11:36:03
Penjualan Senjata di AS Meningkat Gara-gara Virus Corona
Foto: Pixabay

Penjualan senjata di Amerika Serikat meningkat seiring meluasnya virus corona.


Per Selasa 17 Maret 2020, jumlah penderita virus corona di AS sebanyak 4.661 orang. Sedangkan korban jiwa sebanyak 85. 


Peningkatan terjadi di beberapa Negara Bagian yang terdampak corona seperti California, New York, dan Washington. Namun, di beberapa wilayah yang tak begitu terdampak penjualan juga mengalami peningkatan. 


Selama akhir pekan ini di California terjadi antrean panjang di depan toko senjata Martin B. Retting. Media lokal LA Times menulis, kebanyakan pelanggan membeli senjata karena merasa ketakutan. 


"Politikus dan kelompok anti-senjata telah memberi tahu bahwa kami tidak membutuhkan senjata," ucap seorang pembeli senjata di Martin B. Retting, John Gore. 


"Tapi saat ini, banyak orang yang ketakutan, dan mereka akan mengambil keputusan sendiri," sambung dia. 


Toko amunisi online di AS, ammo.com dalam keterangannya mengakui lonjakan pembelian senjata. 


Pada 23 Februari sampai 4 Maret 2020, transaksi naik sebesar 68 persen. Tanggal 23 Februari adalah hari saat Italia mengumumkan mewabahnya COVID-19. 


Naiknya pembelian senjata di AS membuat beberapa kelompok anti-senjata khawatir mengenai nasib keselamatan anak-anak di bawah umur. 


Selama mewabahnya corona, beberapa negara bagian meliburkan siswanya. Kekhawatiran meningkat karena anak-anak itu bisa terbunuh di dalam rumah lantaran banyaknya warga AS yang memiliki senjata tak berizin. 


"Konsekuensi yang tidak terduga akan muncul dari panic buying di tengah mewabahnya COVID-19, bisa meningkatkan kematian akibat senjata," ucap Presiden Kampanye Pencegah Kekerasan Senjata, Kris Brown.


Share :