Kompleks pertokoan yang dibangun di atas sepadan sungai Jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, ambruk pada Senin 2 Maret 2020 pagi.
Diketahui setidaknya sepuluh bangunan ruko amblas ke sungai.
BNPB melaporkan kerusakan berupa retakan dan penurunan tanah sepanjang kurang lebih 94 meter dan lebar sekitar 10 meter. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Ketua RW 09 Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates, Yayuk Dwi menceritakan tanda-tanda ambruknya bangunan ruko ditandai suara benda yang berjatuhan.
"Jadi awalnya kayak suara batu-batu kecil jatuh, kratak-kratak. Kemudian suara 'byor'. Ternyata ambrol semua," kata Yayuk.
"Karena saya melihat sini pas adzan Subuh, dan itu sudah ambrol begini," kata Yayuk.
Dari laporan BNPB, material ambruknya ruko tersebut menutupi aliran sungai.
"Peristiwa itu juga mengakibatkan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terputus, jaringan PLN dan Telkom terputus, dan arus lalu lintas mengalami kemacetan di sekitar lokasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis, Senin 2 Mei 2020.
Ia menambahkan amblasnya ruko diduga karena pondasi terkikis aliran Sungai Kalijompo yang meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Jember pada Minggu 1 Mei 2020.