Polsek Medan Area Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Hasnul Nasution, Kasus Cekcok Masalah Sabu

Polsek Medan Area Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Hasnul Nasution, Kasus Cekcok Masalah Sabu

Dedi Sutiadi
2020-02-25 11:30:00
Polsek Medan Area Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Hasnul Nasution, Kasus Cekcok Masalah Sabu
Polsek Medan Area, menggelar rekonstruksi di depan Mapolsek Medan Area terhadap kasus pembunuhan Husnul Nasution (47) warga Jalan Denai, Gang Saudara, Kota Medan, Senin 24 Februari 2020. (Foto: Istimewa)

Polsek Medan Area, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Husnul Nasution (47) warga Jalan Denai, Gang Saudara, Kota Medan, yang terjadi beberapa waktu yang lalu, Kamis 26 Desember 2019.


Rekonstruksi ini disaksikan langsung Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago SH MH didampingi Kanit Reskrim serta personil Polsek Medan Area, keluarga korban dan dua orang jaksa dari Kejari Medan bertempat didepan Mapolsek Medan Area, Senin 24 Februari 2020 Jam 13.00 WIB, pelaku melakukan reka adegan sebanyak 16 kali.


Dimana, Husnul tewas ditikam oleh temannya sendiri yang bernama Wanda Chaniago bersama adiknya TC (DPO) saat hendak membeli sabu seharga 50 ribu.


Diketahui, Wanda memberikan Rp 20 ribu, Husnul Nasution Rp 16 ribu, dan TC Rp 10 ribu.


Uang yang terkumpul itu ternyata masih kurang untuk membeli paket narkoba jenis sabu yang seharga 50 ribu rupiah. Alih-alih beli sabu, ketiganya malah terlibat cekcok. 


Husnul Nasution kemudian menampar Wanda Chaniago. Merasa tidak terima ditampar, Wanda pun cekcok dengan Husnul lalu menikam korban tepat pada bagian ketiak. Alhasil nyawa korban pun tidak tertolong lagi.


Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago menjelaskan, rekontruksi pembunuhan ini belangsung sebanyak 16 adegan.


"Kita lakukan 16 adegan hari ini. Untuk pelaku TC (DPO) dari awal kita sudah terbitkan DPO. Hingga saat ini kami sudah membentuk tim dan berkoordinasi dengan pihak korban dan yang lain untuk mengejar pelaku yang masih melarikan diri," ucap Faidir, Senin 24 februari 2020.


Kapolsek Kompol Faidir Chaniago juga menjelaskan, untuk menghimbau keluarga tersangka, apabila ada etikat baik dari tersangka, untuk langsung menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.


"Antara korban dan tersangka dipicu oleh masalah narkoba, yaitu masalah pembelian sabu. Yang mana pihak korban sudah di kasih uang sama pihak tersangka, tetapi korban tidak membelikan sabu tersebut karena uangnya tidak cukup," ucap Faidir.


Saat ditanya masalah rekonstruksi tidak dilakukan di TKP pembunuhan, Faidir menuturkan TKP jauh. Yang pertama di Jalan Rawa Cangkuk, yang kedua di Jalan Sei Mati, dan yang ketiga di Lubuk Pakam.


"Kami juga sudah sepakat, untuk menjaga keamanan dan situasi dan kondisi, maka kita lakukan di Polsek Medan Area," ucap Kompol Faidir Chaniago.


Namun ada yang unik setelah proses rekonstruksi selesai, pelaku Wanda Chaniago mengacungkan dua jempol setelah ditanyak pihak penyidik bener atau tidak apa yang sudah di rekonstruksikan.


"Udah bener itu tadi Wanda," ucap seorang penyidik.


"Bener pak," ucap Wanda sembari tersenyum.



Pewarta: Alpandi

Editor: Dedi Sutiadi


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00