Hendak Kumandangkan Azan, Seorang Mudazin Ditikam di London

Hendak Kumandangkan Azan, Seorang Mudazin Ditikam di London

Ahmad
2020-02-23 16:00:00
Hendak Kumandangkan Azan, Seorang Mudazin Ditikam di London
Petugas kepolisian London meringkus pelaku penikaman di kompleks masjid Central Mosquedi London. Foto: BBC

Telah terajadi aksi penikaman di kompleks masjid Central Mosquedi London. Dua hari lalu, seorang pria telah ditangkap atas dugaan percobaan pembunuhan setelah melakukan penikaman terhadap seorang muadzin di dalam masjid tersebut.


Dilansir dari BBC.com, Minggu 23 Februari 2020, korban adalah seroang pria berusia 70-an, Dia terluka dalam serangan tersebut. Polisi telah menangkapnya namun dia dan tidak dituduh sebagai pelaku terkait teror.


Korban dibawa ke rumah sakit oleh paramedis. Sampai saat ini, pria yang ditikam tersebut  kondisinya baik serta dinilai tidak mengancam jiwa.


Kemudian, pelaku penkaman merupakan seorang pria berusia 29 tahun. Dia ditangap seketika oleh para jamaah masjid yang saat itu hendak melakukan shalat. Setelah diringkus pelaku ditahan sampai menunggu polisi tiba.


Dalam sebuah pernyataan, pengurus masjid mengatakan pria yang terluka itu memang seorang muazin, yakni orang yang mengumandangkan azan.


Kepala pengurus masjid tersebut, Dr Ahmad Al Dubayan mengatakan dia telah memiliki percakapan telepon singkat dengan muazin yang berada di rumah sakit, yang mengatakan dia "baik dan merasa baik-baik saja".


Ayaz Ahmad, seorang penasihat masjid, mengatakan penikaman itu akan mengancam jiwa sang muadzin.


"Akan mengancam jiwa jika bukan karena para jamaah cepat meringkusnya". ucapnya.


Mustafa Field, Direktur Faiths Forum untuk London, mengatakan kepada wartawan bahwa serangan kepada muazin itu berupa satu tikaman, satu serangan yeng mengenai leher korban.


"Kemudian anggota jamaat, beberapa dari mereka membatalkan shalatnnya, dan segera campur tangan, bertindak meringkus si-pelaku itu,” katanya.


Salah seorang saksi mata, Abi Watik, mengatakan pria yang ditangkap memang telah terlihat di masjid sebelumnya. Dan muazin itu ditikam sekali di bahu.


“Ketika hendak meniikam, dia turut berdoa di belakangnya [muazin] dan kemudian dia menikamnya. Semula saya pikir dia ikut berdoa. Dia kala itu memang berdiri tepat di belakangnya,” kata Abi Watik.


Terkait tindakan brutal itu, pengurus masjid Dr Al Dubayan kembali mengatakan pihaknya sangat sedih dengan apa yang telah terjadi. Dia berharap ini hanya insiden sekali saja, tidak terkait atau termotivasi oleh segala jenis kebencian.


Untuk menanggulangi peristiwa peristiwa tersebut tersebut terulang, pihak polisi setempat pun telah meningkatkan patroli di sekitar daerah itu. 


Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dalam tweetnya menyatakan sangat sedih atas aksi penikaman tersebut.



Share :