Otoritas China dikabarkan telah menangkap seorang aktivis HAM terkemuka yang menyerukan Presiden China Xi Jinping mundur karena tidak mampu menangani penyebaran virus corona.
Dilansir dari Reuters, Rabu 19 Februari 2020, seorang aktivis yang juga seorang akademisi hukum bernama Xu Zhiyong sudah diburu sejak Desember tahun lalu. Selain menganggap Xi tidak becus menangani penyebaran virus corona, Xu juga mengganggap sang presiden tersebut tidak mampu menangai krisi yang muncul di China.
Otoritas setempat mengatakan, awal mula aktivis ini ditangkap setelah menghadiri acara yang berfokus pada HAM di China di kota Xiamen.
Sekedar informasi, Xu Zhiyong merupakan aktivis veteran untuk reformasi yudisial dan hukum di China ini, membentuk kelompok bernama Gerakan Baru Warga sejak tahun 2012 lalu. Kelompok itu pernah menyerukan agar para pejabat pemerintah China mengungkapkan harta kekayaan ke publik. Tahun 2014, Xu dijatuhi vonis 4 tahun penjara terkait aktivitas kelompok tersebut.
Lebih lanjut, beberapa pekan terakhir ini Xu aktif menulis banyak artikel yang mengkritik cara pemerintah China menangani wabah virus corona. Dalam artikel yang dirilis online pada 4 Februari lalu, Xu menyerukan agar Presiden Xi mengundurkan diri.
"Pasokan medis sangat terbatas, rumah-rumah sakit penuh sesak dengan orang, dan sejumlah besar orang yang terinfeksi tidak mampu memverifikasi kasus mereka. Anda mengatakan Anda secara pribadi mengarahkan pengerahan, itu berantakan," tulis Xu dalam artikelnya merujuk pada Presiden Xi.
"Tuan Xi Jinping, tolong beri jalan," sebut Xu.
Dia juga mengkritik pembatasan yang diberlakukan terhadap media massa di China dalam melaporkan virus corona dan langkah karantina yang diterapkan untuk mengendalikan penyebaran virus corona.
Sekedar informasi, sampai dengan Selasa 18 Februari 2020 waktu setempat, sudah 1.873 orang meninggal dunia akibat virus corona secara global. Jumlah total virus corona di wilayah China daratan dan 26 negara lainnya saat ini berada di angka 73.325 kasus.