Kementerian BUMN RI telah mengesahkan beroperasinya Holding Farmasi di awal 2020. Holding farmasi terdiri atas tiga perusahaan BUMN yakni Bio Farma sebagai induk holding, yang beranggotakan PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk.
Kemunculan inisiatif pembentukan holding farmasi dilatarbelakangi oleh tren sektor kesehatan global di negara berkembang maupun negara maju. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang terbaik, diperlukan solusi yang lebih menyeluruh.
Kabar tersebut lantas menciptakan sentimen positif terhadap BUMN di social media Twitter pada Jumat 7 Februari 2020.
Tagar #FarmasiBerdaulat memuncaki trending nomor 3 di platform Twitter Indonesia. Netizen menyuarakan kepercayaan terhadap pemerintah dalam menangani kasus Jiwasraya.
Akun @kangkolak_oh
Setelah holding terbentuk, Indofarma akan saling melengkapi dengan anggota holding lainnya, yaitu PT Kimia Farma (Persero) Tbk. dan PT Bio Farma (Persero) Tbk. #FarmasiBerdaulat
Akun @syarif09592107
Tujuan diadakannya holding farmasi adalah memperkuat kemandirian industri farmasi juga meningkatkan ketersediaan produk.
#FarmasiBerdaulat
Akun @GekmaRenata
Dengan terbentuknya holding farmasi yang terdiri dari Bio Farma sbg induk holding, bersama PT Kimia Farma, dan PT Indonesia Farma, Menteri BUMN
@erickthohir
langsung meminta perusahaan farmasi pelat merah itu segera melakukan riset utk ciptakan vaksin corona.
#FarmasiBerdaulat